Al Malik
Tadi pagi sebelum berangkat kantor sempat mendengarkan siaran radio rodja'. Pagi tadi membahas asma'dan sifat Allah yaitu "Al-Malik".
Inti yang ingin ku share di blog ini adalah : Allah itu lebih mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Kita tidak perlu hidup risau di dunia ini karena Allah telah menjadi penjamin yang Maha Sempurna untuk kita.
Kita tidak perlu berandai-andai mendapatkan sesuatu selain dari yang sudah ditakdirkan untuk kita. Karena kata2 seandainya itu (jika menggugat takdir) itu adalah amalan syetan. Kita tidak perlu berkeluh kesah atas masalah yang menimpa kita.
Okay, aku teringat pada tulisanku beberapa waktu lalu tentang mlm... Jujur saja aku pernah mengandaikan jika bisnis mlm itu boleh, tentu aku sudah menjadi seorang leader yang sukses dan tajir... Astaghfirullahaladziiim... Ya Allah, aku benar2 dangkal dalam memahami islam.
Jika kita menghayati betul makna Al-malik ini, tentu nafsu duniawi tidak akan menggoyahkan keimanan kita. Rizki kita itu ada, tinggal bagaimana cara kita memperolehnya. Dengan cara yang halal kah atau cara haram? Misalnya aku punya rizki sebesar 10 juta yang belum sampai ke tangan ku. Aku bisa mendapatkan rizki itu dengan merampok orang di ATM, atau menipu, atau bekerja secara halal. Mau pilih yang mana??? terserah saya. Aku tidak tertarik lagi ikut mlm, karena aku tidak mau menipu2 donlen dengan menjanjikan hal muluk2.
Cukuplah 2 donlen yang sudah "terlanjur", meskipun mereka beranak pinak, aku tidak akan mengintip2 bonusku, apalagi sampai tutup poin untuk mengambil bonus. Kuatkan lah aku Ya Allah agar jangan sampai tergiur... Well.. ternyata aku selama ini aku kurang memahami makna dari Al-Malik ini.